Jenis genteng

"Jenis genteng kelebihan dan cara pilihnya agar tidak salah pilih"

Riski Saraswati

Aug 27, 2020 · 3 min read

Macam -macam Jenis Genteng

Memilih genteng untuk rumah, bangunan dan gudang bukan perkara mudah salah pilih bisa memebuat pekerjaan tambahan. Selain itu genteng memiliki fungsi tambahan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. selain itu atap geteng juga harus disesuaikan dengan kondisi yang akan datang baaik itu fenomena alam seperti hujan deras atupun bencana alam seperti gempa bumi dan angin puting beliung. Namun di balik dari fungsi genteng sebagai atap pelindung, genteng juga diperlukan sebagai media untuk mempercantik tampilan bangunan dan rumah

1. Genteng tanah liat

genteng tanah liat atau bisa di sebut terakota merupaka jenis genteng tertua di dunia, jenis genteng ini sangat awet dengan rata-rata umur genteng bisa sampai 100 tahun bahkan lebih. Jenis genteng tanah liat memiliki penyerapan air yang lumayan berkisar 6 - 10 % tapi sekarang juga banyak genteng tanah liat yang di glasur atau di lapis enamel agar tampilanya lebih bagus, awet dan penyerapan airnya kecil bahkan sampai 0 %. Berat genteng tanah liat juga lebih ringan dari genteng beton. Untuk kekurangan sendiri genteng tanah liat mudah terkena lu,ut dan jamur sehingga warnamenjadi kehitaman. Untuk harga genteng tanah liat lebih mahal dari genteng lainnya. Genteng tanah liat juga biasanya memiliki kontur melengkung agar sirkulasi udara lebih bagus

2. Genteng beton

Genteng beton ini terbuat dari semen memiliki berat yang lebih berat dari genteng tanah liat. Dan juga penyerapan air yang lebih tinggi berkisar 13 - 20 % tergantung mutu beton yang digunakan. Sehingga dalam perencanaan kita perlu menambahkan beban tambahan. Untuk keawetan genteng beton masih kalah dari genteng tanah liat. Dan juga genteng beton biasanya di cat lagi untuk menambah estetika dan kekedapan air

3. Genteng metal atau logam

Genteng logam atau metal yang terbuat dari plat baja memiliki beberapa keunggulan seperti ringan hanya 1/6 dari berat genteng beton. Genteng beton memiliki jarak sekitar 38.5 cm. Selain itu genting ini lebih panas dibanding genteng lainnya karena sifat logam yang cepat menghantarkan panas. Selain itu genteng atap juga lebih berisik saat hujan tapi sekarang sudah tersedia genteng metal yang di lapis pasir untuk meredam suara saat hujan. Selain itu ada beberapa jenis genteng logam :

- Genteng galvalum

Genteng ini adalah genteng baja yang dilapis galvanis (zinc) atau juga bisa di lapis zincolume (zinc dan alumunium). Genteng galvalum biasanya berbentuk corrugated

- Genteng galvalum Pasir

Genteng galvalum pasir biasanya di pakai untuk rumah dengan penambahan pasir di atas plat galvalum berguna untuk meredam panas maupun suara bising saat hujan. Selain itu jenis galvalum pasir juga lebih awet di banding non pasir

4. Genteng kaca

Genteng kaca biasanya di pakai untuk pencahayaan ruangan pada rumah jenis genteng ini biasanya sebagai aksesoris atau tambahan saja. Sekarang genteng kaca jarang di pakai karena rumah-rumah sekarang sudah banyak yang memakai plafon. Tapi sekarang masih di pakai untuk taman dan kanopi

5. Genteng komposit

Genteng tipe ini terbuat dari resin dan reforcement material untuk membuat material dengan sifat tertentu seperti tahan api, tahan bahan kimia, tahan asam dan tahan UV. genteng komposit biasanya digunakan ahli strktur di pabrik dan manufaktur yang berkecimpung dengan bahan kimia atau chemical. Jenis genteng komposit yang di pakai di masyarakat pada umumnya seperti atap fiberglass. Genteng komposit juga bisa di pakai di daerah geothermal dimana kandungan belerang saat hujan lumayan tinggi.

6. Genteng asbes

Genteng asbes terbuat dari beberapa gabungan material berupa mineral silikat alam. Salah satu genteng yang juga kerap sobat temui ini dapat dipasang dengan mudah. Hal ini dikarenkan bahan yang digunakan cukup ringan. Bentuk dari atap genteng asbes ini sama dengans seng. Meskipun atap dari asbes ini termasuk mudah di pasang namun atap asbes ini dapat berisiko pada kesehatan sobat. Hal ini disebabkan karena asbes memiliki kandungan karbon yang bisa dengan mudah terkelupas, sehingga bisa membuat sobat mengalami gangguan pernapasan bahkan bisa menyebabkan kanker paru-paru.

7. Genteng bitumen

Genteng bitumen berbahan dasar aspal dan karet yang biasa berbentuk membrane. Biasanya atap bitumen dipakai di negara empat musim karena adanya beban salju yang berat. Atap bitumen yang bebentuk membrane di pasang di atap kayu untuk membantu menahan air dan salju dan juga melindungi kayu yang berda di bawah bitumen.

Begitulah jenis jenis genteng yang mungkin bisa anda pakai dan menambah wawasan

About Author

Riski Saraswati

Architect and Civil Engineering Expert

Seorang Ahli sipil dan arsitek yang dulu bekerja di Amerika dan sekarang memulai bisnis di indonesia